in memoriam rezki fauziah (kelautan 2007)
Wednesday, February 13th, 2008bagimu yang tak berdetak
ada yang berubah
selain titik hujan merintik
seperti jentik-jentik
yang jatuh dari hitam awan membenam
di sela detik per detik menggelitik
air mata ini kian merintih
menagis peluh
memandangmu diselimuti tanah
seperti memeluk semu di dipan terbungkus kafan
aku merelakan, engkau mendapingi hujan
aku menghembuskan ditiap padam
tuhan mengizinkan
memberimu sedetak kehidupan
maafkan..
maaf…
aku tak mendengar kepergianmu
aku tak menghujani pusaramu dengan sendu
aku tak berada di usungan tubuh kakumu
aku tak berwudhu untuk kafanmu
aku tak menyaksikan perpisahanmu dengan subuh
aku tak menitipkan salam untuknya yang menjemputmu
mungkin aku terlambat berucap, kau sahabat.
yang tak dekat tapi dekap menghangat erat