tau..dech
saya mau nulis apa???
Lahir 20 tahun yang lalu dari rahim seorang ibu yang bernama hawa, kalau bahasa inggisnya kayaknya..EVE dan dibantu oleh seorang yang saya puja sebagai TUHAN KEDUA saya yaitu ABDUL AZIZ TERA, di sebuah gedung tua di perempatan jalan di sebuah kota yang suhunya sekitar 20 derajat celcius yang sering kusebut makale saya dihempaskan ke dunia yang saat ini masih indah, enggak tahu nanti mungkin sudah jadi api semua… 7 hari setelah kelahiranku kedunia orang tuakau menganugerahi aku sebuah nama yang panjangnya bagai panjangnya permasalahan yang kuhadapi ketika aku beranjak dewasa, kalau tidak salah namaku MUHAMMAD MUBARAK AZIZ MALINGGI’ dan resmilah saya sebagai anak ke 5 dari 9 bersaudara…besar dan dibesarkan di daerah yang masih banyak menganut ALUK TODOLO sebagai orang toraja muslim….masa kecil sering dilewatkan bermain bersama teman2 seperti main layangan, kelereng, wayang,enggo, perlos, adu jangkrik, berenang dan masih banyak lagi permainan yang mungkin saat ini sudah hilang dari dunia anak, dan telah digantikan oleh PS, NINTENDO, X-BOX dan sinetron remaja dan reality show yang saat ini makin menjamur bagaikan jamur di musim hujan…..
Setelah saya masuk sekolah dasar di salah satu sekolah favorit untuk orang islam di toraja, namanya MIN MAKALE yang jaraknya kira-kira 1 KM dari padepokan milik keluarga kami…kalau cerita tentang masa-masa di MIN saya langsung teringat sama bekas guru saya yang namanya semauna, bagaimana bisa lupa sama dia, soalnya dia pernah membuka resleting sekaligus celanaku di depan kelas karena saya tidak memakai ikat pinggang…tapi semua kebencianku sirna ketika melihat anaknya yang namanya UNNA, saat ini dia kuliah di FARMASI UNHAS…(itu kan masa kecil)???
Setelah 2 tahun lebih saya duduk di bangku sekolah mendengar para guru mendongeng, orang tuaku memutuskan untuk pindah ke kabupaten yang kusebut LUWU…di tempat yang baru ini saya lebih banyak bermain dengan alam seperti sawah, kebun dan ladang yang bukan milik orang tuaku…tanah di desaku baunya wangi, tidak seperti tanah yang sekarang aku pijak, bau, banyak sampahnya, polusi dan masih banyak persoalan yang berkaitan dengan kotor. Entah itu orangnya atau alamnya….
sekian dulu soalnya uangku sudah tidak cukup untuk membayar WARNET